Simple Prima

Yang Seru Itu Bukan Mainannya, Tapi Siapa Yang Ikut Main Bersama


Our presence is the best present for kids.
Apa sih yang paling anak-anak butuhkan supaya mereka bahagia? Mainan yang banyak? Hmm...tentu saja 😄

Dunia anak-anak adalah dunia yang menyenangkan. Penuh warna dan permainan. Anak-anak itu sukanya main, kalau nggak percaya, coba ajak ke toko mainan atau play ground, mau diajak pulang aja tanpa drama aja udah Alhamdulillah.

Dulu, sebelum pandemi C19, setiap kali ngemall, Fabio selalu minta mampir ke counter Lego. Mau di Tunjungan Plaza atau Galaxy Mall, counter Lego adalah tenan favoritnya.

Di situ, dia bisa bermain lego yang disediakan gratis bagi para pengunjung mall. Walaupun di rumah dia juga punya Lego sendiri, tapi dia selalu antusias mengajak saya dan mominya mampir ke counter Lego.

Dia susun balok-balok Lego di sana, dan memamerkannya kepada kami. 

Seiring berjalannya waktu, perlahan ia mulai beralih dari Lego ke origami. Saya lupa bagaimana awalnya, tampaknya berawal dari salah satu tugas sekolah. 

Dari situ, ia mulai mengeksplorasi berbagai macam bentuk origami dari pesawat sederhana hingga aneka bentuk hewan melalui Youtube di gawai kami.

Seneng sih ngeliat Bio antusias sekali belajar melipat origami. Namun, karena tidak nyaman dengan iklan yang muncul di Youtube, akhirnya saya coba cari yang versi printable. 

Tau sendiri kan kaya gimana iklan-iklan yang bertebaran sekarang ini. Daripada menyesal membuat anak terpapar media kaya gini, ya lebih aman pake versi cetak aja kan.

Dan singkat cerita, saya nemu tuh ebook origami aneka macam dinosaurus. Kebetulan Bio suka sama dinosaurus, jadi sekali dayung dua pulau terlewati.

Bio suka sekali dengan 'mainan' barunya ini. Sangking semangatnya, sebentar aja udah abis itu kertas origami sebungkus 😃.

Awalnya saya temani, tapi lama-lama karena capek dan ini-itu, saya lebih banyak nemenin aja sambil ngelihatin dia melipat origaminya. 

Agak merasa bersalah juga sih, karena nggak ikut main origami sama dia. Feels like, sekedar ngasih mainan, terus setelah itu pergi. Padahal, dia rajin banget ngajakin saya, kadang mominya, ikut melipat origami bersama dia.

Mencoba menebus rasa bersalah, saya ikutan membuat origami Dimetrodon bersamanya. I try to not only give him toys, but also spend some times to play with him.

Bahagia itu bukan dari mainan mahal, tapi siapa yang menemaninya bermain. Kira-kira seperti itulah yang saya pikirkan setelah melihat ekspresinya saat saya (akhirnya) mau diajak main origami.

Memberi mainan itu mudah, yang sulit itu meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk bermain bersamanya. 

Sulit, tapi nggak mustahil kok. Just need a little bit extra effort.
 

[ADS] Bottom Ads

Mandira

Pages