Simple Prima

Niat Baik Memang Penting, Tapi...


Beberapa waktu lalu, bapak mengirimkan sebuah pesan, menawarkan beberapa sate Ponorogo untuk dikirim ke rumah kami. Katanya sih, untuk cucunya.

Awalnya saya ragu, mengingat jaraknya. Ntar kalau keburu bau gimana.

Lalu, saya terpikir untuk menggunakan jasa kurir saja. Lebih ringkas dan simpel. Saya sampaikan ke bapak dan beliau setuju untuk menggunakan kurir.

Dan, tinggal menunggu paketnya sampai. Setidaknya itu yang saya kira.

Sampai pagi ini, tiba-tiba bapak mengabarkan kalau bapak mau mengantar sendiri satenya ke rumah. Then suddenly, I became panic.

Pertama jarak antara Surabaya ke Pandaan itu lumayan jauh, apalagi untuk orang seusia bapak. Belum lagi dengan kondisi musim penghujan seperti sekarang ini. Hampir tiap hari, hujan.

Alasan saya panik karena saya tahu bapak dengan cukup baik. Beliau adalah orang yang, baik, dan tidak segan mengorbankan dirinya demi kebahagiaan orang lain.

Kalau beliau nekat berangkat ke Pandaan dengan kondisi seperti itu, yang ada malah sakit-sakitan jadinya.

Saya tahu niat bapak baik, tapi caranya ini yang tampaknya bapak perlu perbaiki. 

Bukan Yang Pertama
Kejadian ini bukan yang pertama kali bapak lakukan. Melakukan sesuatu yang menurut beliau baik, tanpa berdiskusi dulu, tetapi berakhir berantakan tidak sesuai harapan.

Dulu, beliau juga pernah dilibatkan oleh kakak saya mengerjakan sebuah proyek. Rencana kerja dan desain sudah di-share, tetapi nggak tahu dapat ilham dari mana, beliau mengubah rencana itu sendiri tanpa berdiskusi dengan kakak saya.

Alhasil, hasil pengerjaannya tidak sesuai seperti yang kakak saya sudah janjikan ke klien.

Lesson Learned
Niat baik tidak bisa digunakan untuk membenarkan tindakan - Quraish Shihab
Sikap bapak ini membuat saya belajar bahwa niat baik saja tidak cukup. Terutama bila itu menyangkut orang lain.

Kita perlu mampu berempati, memposisikan diri kita di posisi orang lain. Apa yang akan mereka pikirkan atau rasakan jika kita melakukan sesuatu yang menurut kita baik itu.

Sebenarnya ini hanya tentang komunikasi. Kita mengomunikasikan ide kita kepada orang lain, mencoba meminta perspektif mereka. 

Jangan sampai kita tanpa sadar menjadi 'egois' dengan memaksakan niat baik kita, dan lebih buruk, menyalahkan orang lain yang nggak mau memahami niat baik kita, padahal mungkin saja, kita lah yang bebal.

[ADS] Bottom Ads

Mandira

Pages